Mengenal Rasa Ketakutan yang Spesifik

Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal dan menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut karena fobia sulit dimengerti sehingga tidak jarang pengidap sering dijadikan bahan bully-an oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan bahasa antara pengamat dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia menggunakan bahasa rasa.

Bagi pengamat, dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, tapi takut dengan hewan kecil seperti kecoak. Sementara bagi pengidap fobia, subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, dan sangat menjijikkan. Dalam keadaan normal, setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut, tetapi bila seseorang terpapar terus-menerus dengan subjek fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi.

Baca juga: Kurang tidur? Ini penyebabnya.

Fiksasi adalah suatu keadaan di mana mental seseorang menjadi terkunci yang disebabkan oleh ketidakmampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takut. Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi dikemudian hari karenakan tidak memiliki saluran pelepasan emosi yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber fobia secara otomatis akan merasa cemas.

Baca juga: Melawan akrofobia.

Kecemasan yang tidak diatasi sesegar mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar. Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat hal ini menyebabkan seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif.

Mengenal Rasa Ketakutan yang Spesifik
Sumber: alodokter.com

Kriteria DSM-5 untuk Fobia Spesifik

  1. Individu menderita ketakutan terus-menerus yang tidak masuk karena kehadiran dari suatu objek tertentu.
  2. Paparan terhadap stimulus biasanya menghasilkan respons kecemasan.
  3. Penderita mengakui bahwa ketakutan mereka tidak proporsional terhadap ancaman yang dirasakan.
  4. Individu mengambil langkah-langkah untuk menghindari objek yang mereka takuti.
  5. Reaksi fobia dan antisipasi mengganggu rutinitas dan hubungan normal individu.
  6. Fobia telah berlangsung selama jangka waktu tertentu, biasanya paling sedikit 6 bulan.
  7. Gejala-gejala tidak dapat dikaitkan dengan kondisi mental lain.

Fobia Spesifik

1. Fobia Lingkungan Alam

Fobia ini dipengaruhi oleh faktor alam, takut ketinggian, takut petir, dan takut badai.

2. Fobia Hewan

Fobia hewan adalah jenis gangguan fobia spesifik yang disebut zoophobia. Zoophobia adalah ketakutan yang tidak wajar pada hewan dan menyebabkan reaksi fisik dan emosional kuat. Respon fisik oleh pengidap menyerupai panik, teror, gemetar, sesak nafas, dan menjaga jarak. Fobia hewan yang umum adalah ketakutan terhadap anjing, laba-laba, ular, kecoa, kupu-kupu, ulat, ayam, kucing dan, hewan pengerat.

3. Fobia Situasional

Fobia ini dipicu oleh situasi yang menakutkan misalnya, takut berbicara di depan umum. Jenis fobia ini dapat membatasi seseorang mengenai apa yang mungkin akan dilakukan. Contoh dari fobia ini adalah takut berbicara di depan umum, takut terbang di pesawat, dan takut berada di kerumunan.

4. Fobia Medis

Fobia medis adalah ketakutan dengan hal–hal yang berhubungan dengan kegiatan medis seperti takut suntikan, takut darah, takut terhadap dokter gigi, takut terhadap rumah sakit, dan takut kuman.

5. Fobia Abstrak

Fobia abstrak adalah ketakutan yang didasarkan pada sesuatu yang tidak berwujud seperti takut akan cinta, takut kegagalan, takut sendiri, takut terhadap kebahagiaan, dan takut terhadap muntah.

Hipnoterapi akan sangat membantu klien yang menderita fobia-fobia seperti yang sudah dijelaskan tadi. Hipnoterapis akan memberikan sugesti ke pikiran bawah sadar klien guna membuat klien merasa lebih tenang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *