Apakah Kamu Sering Tidak Percaya Diri?

Mengetahui potensi diri memang bukanlah sesuatu hal yang mudah. Terutama ketika kamu mengenal orang lain yang lebih berpotensi. Percaya diri bukanlah sesuatu yang didapatkan dengan gratis bila bukan kamu sendiri yang mewujudkannya. Penerimaan atas diri bisa dipengaruhi dari dalam dan luar diri seperti lingkungan keluarga, kerabat, dan masyarakat luas.  Membandingkan diri dengan orang lain bahkan sudah membudaya di lingkup kehidupan yang paling kecil contohnya keluarga.

Baca juga: Menonton horor dengan anak? Berbahaya!

Baik sadar atau pun tidak, orang tua sering kali membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Hal ini bisa berefek buruk bagi psikologismu, bahkan berlanjut hingga di kehidupan dewasa. Waktu demi waktu berlalu, sikap percaya diri bisa terpengaruh karena terlampau terbiasa membandingkan diri dengan orang lain. Iri dan tidak percaya diri adalah dua dari banyak akibat buruk karena sikap membandingkan diri dengan orang lain.

Kondisi ini diperparah dengan kehadiran internet. Kamu bisa mengontrol sikap kepercayaan diri dan kebahagiaan. Bila kamu sedang merasa tidak percaya diri, pahami penyebabnya berikut ini.

Baca juga: Apakah anda sering menunda lapar?

Apakah Kamu Sering Tidak Percaya Diri?
Sumber: fimela.com/

Media Sosial

Dalam dunia internet khususnya jejaring media sosial, seringkali muncul artis-artis dengan fisik rupawan, baik itu model kecantikan dan produk fashion. Hal ini sering kali membuat kita tidak percaya diri dan merasa rendah diri dengan bentuk fisik yang sudah dianugerahkan. Secara tidak langsung ini akan membuat kita membandingkan diri kemudian menyebabkan minder, kecemasan, dan perasaan selalu merasa kurang akan sesuatu yang sudah kita miliki.

Hadirnya media sosial membuat kita sering melihat kisah hidup orang lain yang jauh lebih bahagia. Sehingga akhirnya kita berpikiran bahwa hidup kita tidak berarti dan tidak bahagia. Padahal setiap orang memiliki jatah waktu bahagia yang berbeda.

Apresiasi Diri

Alasan sederhana mengapa kita selalu membandingkan diri dengan orang lain adalah karena membutuhkan diapresiasi. Baik diapresiasi oleh orang lain ataupun oleh diri sendiri. Sering kali apresiasi datang dengan cara membandingkan diri dengan orang lain agar merasa diri lebih baik dari orang lain, tapi ternyata hal ini sangat salah kaprah. Salah kaprah ketika merasa istimewa daripada orang lain. Ini bukan kebahagiaan. Merasa sederhana bisa membuatmu lebih bahagia.

Berhenti Membandingkan diri Dengan Orang Lain

Semua orang butuh dukungan dan motivasi dari orang lain. Menjadikan orang lain sebagai panutan dan acuan pencapaian diri memang tidak salah akan tetapi, mengukur kesuksesan, kebahagiaan, dan pencapaian tidak bisa disamaratakan dengan banyak orang. Kita memiliki jatah kebahagiaan dan kesedihan yang berbeda.  Bila membandingkan diri sendiri justru menjadi iri, minder, cemas, bahkan frustrasi. Sudahi kebiasaan buruk itu. Kenali diri kita lebih dalam. Bersahabatlah dengan kehidupan.

Bila penyebabnya datang dari media sosial, kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas kebebasannya mengunggah konten yang dia inginkan. Tapi kita bertanggung jawab atas sikap kita atas unggahan orang lain baik sedih atau pun bahagia dan cobalah batasi berselancar di media sosial. Jadi siapa yang berperan menentukan penerimaan kita atas diri sendiri? Kita atau media sosial? Kamu bisa menghubungi jasa hipnoterapi untuk memberi sugesti pikiran bawah sadarmu, agar rasa percaya dirimu kembali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *