Racial Trauma, Apa Kata Para Ahli?

Banyak kelompok etnis dan ras mengalami tingkat yang leih tinggi dari gangguan pascatrauma dibandingkan dengan orang Amerikan yang berkulit putihi. Pada artikel kali ini akan dibahas lebih lanjut tentan racial trauma menurut para ahli. Racial trauma atau trauma ras adalah suatu stres berbasis ras yang biasa dialami oleh orang dengan kulit berwarna dan suatu adat individu. Pengalaman ini dapat mencakup ancaman bahaya, cedera, peristiwa yang memalukan, dan melihat sendiri diskriminasi suatu ras.

Meski pun mirip dengan gangguan pasca trauma, trauma rasial ini termasuk unik karena melibatkan cedera individu dan kolektif yang terus-menerus terhadap stres berbasis ras. Pada tahun 2000, ahli bedah di Amerika mengungkapkan adanya kesenjangan kesehatan etnis dan ras yang mungkin disebabkan oleh rasisme. Literatur klinis membuktikan bahwa orang berwarna dan pribumi mengalami pengalaman rasisme, diskriminasi, dan perkembangan mikro yang mempengaruhi kesehatan mental dan fisik mereka.

Baca juga: Terapi konvensional lebih efektif.

Meta analisis menemukan bahwa setidaknya ada hubungan kecil antara paparan rasisme dengan tekanan psikologis dan fisik. Trauma ras mengacu pada peristiwa bahaya yang terkait dengan pengalaman nyata dari diskriminasi ras. Penindasan-penindasan yang bertitik temu seperti pada ras, jenis kelamin, orientasi seksual, dan agresi mikro xenofobik ikut berkontribus pada efek kumulatif trauma ras. Rasisme dan etniviolensi dapat mengancam jiwa si penderita karena dapat meninggalkan luka yang tidak manusiawi bagi si penderita.

Baca juga: Terapi online solusi masalah mental.

Banyak jasa yang dapat membantu si penderita untuk melalui permasalahan mereka seperti psikoterapi dan konseling, tapi sayangnya, trauma ras ini memberikan efek psikologis dan fisiologis. Beberapa efek trauma rasial ini seperti ancaman, kilas balik, mimpi buruk, menarik diri, gampang curiga, sakit kepala, dan jantung berdebar. Efek trauma ini hampir sama dengan penderita pasca-trauma, Pada dasarnya, trauma rasial memiliki gejala sisa kolektif karena efeknya melampaui dari penderita trauma lainnya

Namun, sudah banyak orang berkulit warna yang mampu menghadapi situasi tersebut. Artinya, meski pun efek traumatis dapat melintasi antar generasi, mereka dapat bertahan dan berkembang untuk mengatasi masalah tersebut. Menyembuhkan trauma rasial adalah tantangan karena terjadi dalam konteks sosiopolitik.

Racial Trauma, Apa Kata Para Ahli?
Sumber: psychologybenefits.org

Dasar dari yang orang menjadi korban rasisme itu dikarenakan sebuah keyakinan bahwa pelaku bullying merasa lebih baik daripada korban rasisme misalnya suatu kelompok mayoritas yang menyerang kelompok minoritas, mengganggap korban rasisme tidak bisa berbuat apa-apa, dan dianggap remeh. Perlakuan ini akan membekas pada korban rasisme bahkan sampai bisa menurunkan rasa trauma tersebut ke generasi selanjutnya, begitu juga pada pelaku bullying.

Hal ini tentu saja akan berakibat fatal terutama bagi korban rasisme. Untuk menetralkan emosi dan membangkitkan kepercayaan diri, kamu bisa meminta bantuan pada jasa hipnoterapi. Jika kamu atau melihat orang sekitarmu membutuhkan bantuan terapi karena mengalami pem-bully-an terhadap ras, hubungilah jasa hipnoterapi terdekat di kotamu agar tidak ada lagi kasus yang menimpa George Floyd.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *